Cerita kecil sang mantan admin

March 23rd, 2012 Sanhenra No comments

[root@mail ~]# date
Mon Feb 14 09:29:02 WIT 2011

[root@mail ~]# /usr/sbin/adduser -s ‘/bin/nologin’ -g mail -d /home/mail/aku aku

adalah command pertama yang harus aku ketikkan pada layar hitam seukuran layar monitor tabung sebagai tanda bahwa aku sudah menjadi staff di sini
Command itu adalah awal dari semua perjuangan yang aku hadapi selama beberapa bulan untuk menyesuaikan diri hidup dilingkungan baru.

[root@tx ~]# /etc/init.d/postfix reload
Dan saat tombol enter sudah ditekan, itu artinya bahwa cerita baru sudah dimulai.

[aku@www ~]$ tail -f /usr/local/apache2.2.13/logs/error_log
Banyak hal baru yang harus dipelajari ditempat ini. Menghadapi orang-orang yang cerewet dan suka ngomel-ngomel, harus menerima celotehan dari sana sini, dan harus bisa bersabar menghadapi semua orang yang memiliki banyak karakter yang berbeda.

[root@proxy ~]# ping user.office.moc
Cerita ini berawal dari suatu waktu ketika koneksi jaringan terputus. Saat itu adalah hal yang paling aku ingat sampai kapanpun selama aku masih mengingat kalian semua. Saat dimana aku yang blom tahu banyak tentang apa yang ada disini, harus menerima kemarahan yang pertama dari orang yang sebenarnya salah menyampaikan apa yang menjadi masalah. Pertama kalinya menjadi gunjingan banyak orang yang berkata kalau aku tidak tahu apa-apa. Tapi memang benar, saat itu aku memang tidak tahu apa yang ada ditempat ini. Dan itu juga lah pertama kalinya kalau aku harus bisa terlihat sabar dan tegar walau sebenarnya dalam hati sudah menangis tanpa air mata.
Seiring berputarnya jarum jam yang ada didinding, begitu banyak tantangan yang harus aku hadapi, dan yang membuat aku harus banyak belajar mengerti apa yang ada disini. Banyak hal yang membuat aku mengerti bahwa aku bukan hanya sekedar bekerja tapi juga harus banyak berbagi. Berbagi pengetahuan, berbagi senyuman juga tak ketinggalnya berbagi wajah jutek kalau lagi bad mood.

[root@develop2 ~]# tail -f /var/log/messages
Setahun adalah waktu yang singkat, namun bukan berarti harus berpisah untuk selama-lamanya. Bagiku memang terasa berat untuk meninggalkan semua yang pernah terjadi ditempat ini. Senang dan sedih semua telah aku jalani disini. Ditempat ini juga aku merasakan cinta setelah sekian lama aku menutup diri, walau aku tak tahu apakah aku akan memilikinya atau tidak. Tapi setiap orang punya cita-cita dan banyak hal yang harus dilakukan, dan itu yang memaksa aku untuk meninggalkan semua hal yang sebenarnya berat untuk ditinggalkan begitu saja.

Terimakasih telah menjadi bagian dalam hidupku, menjadi teman dan saudara selama aku ada disini. Terimakasih buat semua dukungan dan semua perhatian yang sudah kalian berikan padaku.

Dan kini aku harus mengatakan bahwa aku harus melewati hari-hari tanpa kalian, dan semoga kalian semua bisa menjadi lebih baik lagi dan semua cita-cita dan harapan kita semua bisa tercapai.

Dan aku juga mohon doa dan dukungan dari kalian semua agar apa yang aku harapkan bisa aku dapatkan.
Dengan berakhirnya lagu ini, berakhir juga jari-jariku menari-nari untuk menuliskan cerita kecilku ini.

[aku@backup3 ~]# date
Thu Mar 22 16:50:25 WIT 2012
[aku@backup3 ~]$ sudo /sbin/shutdown -h now

Selamat tinggal semua, sukses selalu.

GOD Bless Us

Dia Bukan Milikku (2)

July 29th, 2011 Sanhenra No comments

Sebelumnya…..

Dia Bukan Milikku

Dengan nafas yang terengah-engah, Ria menghampiri pandi yang sedari tadi sibuk mencari-cari dirinya. Dengan raut wajah yang merasa begitu bersalah, Ria yang ditugaskan sebagai MC minta maaf kepada Pandi yang jadi Panitia utama dalam acara ini. Pan, maaf ya…!! Aku tau kalau aku salah, tapi tadi memang ada sesuatu yang sangat mendesak. Kata Ria dengan suara yang diwarnai dengan rasa penyesalannya. Tapi kamu harusnya profesional dong..!! bentak Pandi yang sedari tadi udah sangat gelisah. Pan, kamu harusnya hargai dia juga kan…!! ini acara kita bersama, jadi gak seharusnya kamu marah-marah kepada Ria. Kata Raka yang sedari tadi memerhatikan keributan kecil yang terjadi antara Pandi dan Ria, sambil memperbaiki suasana antara mereka berdua. Pandi salah kalau dia menilai Ria tidak profesional, karena dia telat juga karena kepentingan acara. Iya, aku salah..!! Kata Pandi dengan nada menyesal, Pandi minta maaf kepada Ria yang matanya hampir berlinang air mata. Sembari terjadi perselisihan kecil antara panitia, acara tetap kelihatan meriah dibawakan oleh Tere. Tere memang berbakat untuk hal yang satu ini, disamping lihai menyusun kata-kata untuk membawakan acara, dia juga terlihat mudah saling bercanda dengan semua yang hadir sehingga suasa tetap meriah. Ria masih berada di belakang panggung dan mempercayakan awal acara sepenuhnya kepada Tere, sambil ditemani Raka, dia mencoba mengembalikan suasana hatinya yang sempat kalut karena Pandi.

Acara demi acara yang saat ini dibawakan oleh Ria berlangsung dengan penuh antusias dari semua yang hadir. Penampilan masing-masing band yang di undang untuk tampil juga sangat mengesankan. Bukan hanya mahasiswa, dosen yang ikut dalam acara ini juga ikut bergoyang saat EURA salah satu group band membawakan lagu kocak “keong racun” dengan nada disco di gabung dengan irama dangdut. Mereka memang anak-anak yang sangat berbakat di bidang musik. Semua jenis musik bisa mereka campur adukkan sehingga hasilnya menjadi suatu karya yang sangat menghibur. Bukan hanya lagu dari group band, penyanyi solo juga ikut meramaikan acara ini, puisi cinta dari Doris sang pujangga, dan tak ketinggalan si duet maut JoKer dengan aksi lipsync nya…

Raka yang saat ini sedang berbunga-bunga karena cinta, juga tidak ketinggalan untuk memanfaatkan kesempatan itu untuk selalu memandangi Lia dengan penuh cinta. Setiap tawa dan senyuman dari Lia begitu terdengar jelas di telinganya, walau suara teriakan dari semua yang hadir memenuhi ruangan acara dan memecahkan keheningan malam itu.
baca selanjutnya...

Categories: Cerpen, love story Tags:

Membuat “alias” permanen di Linux

July 28th, 2011 Sanhenra 1 comment

Sebagai seorang linux admin yang kerjanya cuma ngetik command di linux, pastinya sangat membosankan harus mengetikkan command yang terkadang sama setiap hari. Apalagi kalau command-nya panjang sampai buat jari-jari pegel karena terus menari-nari di atas keyboard. Kalau masalah command yang panjang, sebenarnya bisa pake “alias” di linux, tapi kalau session ssh atau yang sering pake putty udah close, alias yang dibuat tadi bakalan hilang.
Nah, kalau mau mudah pakai “alias”, dan aliasnya terus permanen (sampai servernya kena Bom) ada beberapa cara yang bisa dipakai. Eittss, tapi ini untuk linux yang nenek moyangnya Redhat. Tapi sebenarnya untuk linux turunan yang lain pastinya cuma beda sedikit kok.

Cara yang pertama ini, “alias” cuma berlaku untuk “current user”. Contohnya login pake user “aku”, jadi alias-nya ini cuma berlaku untuk user “aku”. Caranya mudah, cukup tambahkan command berikut pada file berikut ini ~/.bashrc.

[aku@serverku ~]$ vi ~/.bashrc

# .bashrc
# User specific aliases and functions

#alias saya
alias l=’ls -lth’
alias c=’clear’
alias ex=’exit’

# Source global definitions
if [ -f /etc/bashrc ]; then
. /etc/bashrc
fi

Bagian font yang berwarna merah dan bercetak tebel tersebut yang baru di tambahkan di file ~/.bashrc.

Gimana kalau semua alias berlaku untuk semua user?
Caranya juga mudah, cuma tambahkan alias di file berikut /etc/profile.d/colorls.sh

[root@serverku aku]# vi /etc/profile.d/colorls.sh

# color-ls initialization

alias ll=’ls -l’ 2>/dev/null
alias l.=’ls -d .*’ 2>/dev/null


#alias saya
alias l=’ls -lth’ 2>/dev/null
alias c=’clear’ 2>/dev/null
alias ex=’exit’ 2>/dev/null

COLORS=/etc/DIR_COLORS
[ -e "/etc/DIR_COLORS.$TERM" ] && COLORS=”/etc/DIR_COLORS.$TERM”
[ -e "$HOME/.dircolors" ] && COLORS=”$HOME/.dircolors”
[ -e "$HOME/.dir_colors" ] && COLORS=”$HOME/.dir_colors”
[ -e "$HOME/.dircolors.$TERM" ] && COLORS=”$HOME/.dircolors.$TERM”
[ -e "$HOME/.dir_colors.$TERM" ] && COLORS=”$HOME/.dir_colors.$TERM”
[ -e "$COLORS" ] || return

Bagian font yang berwarna merah dan bercetak tebel tersebut yang baru di tambahkan di file /etc/profile.d/colorls.sh.

Semoga berguna ya…!!